KESEJAHTERAAN GURU
”Cleansing” Guru Honorer dan Gunung Es Pendidikan Nasional
Dipecat di awal tahun ajaran baru akibat kelalaian pemerintah jadi pukulan berat bagi ratusan guru honorer di Jakarta.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2018%2F09%2F21%2Fd597a285-5349-4a04-a516-f23183876626_jpg.jpg)
Guru honorer yang tergabung dalam FHK21 Surabaya melakukan aksi damai menolak Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 dan No 37 Tahun 2018 di Halaman Gedung DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/9/2018).
Pemecatan secara massal ratusan guru honorer secara mendadak di Jakarta mengungkit permasalahan pelik pendidikan yang tak kunjung usai. Seperti gunung es yang pelan-pelan muncul ke permukaan, perlahan tetapi pasti para guru honorer akan tersingkir karena sistem pengelolaan sumber daya manusia pendidikan yang buruk.
Andi, guru honorer di salah satu SMA Negeri di Jakarta Barat, kaget bukan kepalang saat menerima pesan berantai dari suku dinas pendidikan, sehari sebelum tahun ajaran 2024/2025 baru dimulai. Pesan itu memuat tautan Google Spreadsheet berisi daftar nama guru honorer yang akan dipecat. Bahkan, dalam pesan itu, pemerintah menggunakan diksi pembersihan atau cleansing.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 5 dengan judul "Guru Honorer dan Gunung Es Pendidikan".
Baca Epaper Kompas