logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊSedotan Minuman Ramah...
Iklan

Sedotan Minuman Ramah Lingkungan dari Pati Sagu

Peneliti BRIN mengembangkan sedotan ramah lingkungan dari pati sagu untuk mengatasi masalah sampah plastik di Indonesia.

Oleh
DEONISIA ARLINTA
Β· 1 menit baca
Sedotan plastik terlihat saat air laut surut di pesisir Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/1/2024). Beragam jenis sampah, mulai dari botol plastik kemasan hingga pakaian, terlihat saat air laut surut. Sampah yang terbawa ke laut kemudian mencemari lautan dan berpotensi memengaruhi ekosistem yang ada.
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Sedotan plastik terlihat saat air laut surut di pesisir Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/1/2024). Beragam jenis sampah, mulai dari botol plastik kemasan hingga pakaian, terlihat saat air laut surut. Sampah yang terbawa ke laut kemudian mencemari lautan dan berpotensi memengaruhi ekosistem yang ada.

Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China. Hal itu ditunjukkan dari data Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan mengancam kehidupan makhluk hidup.

Tercatat setiap tahun ada 3,2 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola di Indonesia. Kondisi yang lebih parah ditunjukkan dari banyaknya sampah yang berakhir begitu saja di laut yang mencapai 1,29 juta ton (Kompas.id, 7/8/2023).

Editor:
EVY RACHMAWATI
Bagikan