logo Kompas.id
HumanioraPerempuan Paling Banyak...
Iklan

Perempuan Paling Banyak Terjerat ”Pinjol”

Perempuan rentan mengalami kekerasan saat terjerat pinjaman daring. Selain mendorong berani bicara dan melaporkan kasus kekerasan, literasi keuangan digital harus terus diberikan kepada masyarakat.

Oleh
SONYA HELLEN SINOMBOR
· 1 menit baca
Tersangka <i>debt collector</i> (kanan) dihadirkan dalam pengungkapan kasus penagihan pinjaman daring di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kota Semarang, Jateng, Selasa (19/10/2021). Ia mengancam dan memeras dengan menyebarkan foto-foto korban pinjaman daring ilegal.
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Tersangka debt collector (kanan) dihadirkan dalam pengungkapan kasus penagihan pinjaman daring di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kota Semarang, Jateng, Selasa (19/10/2021). Ia mengancam dan memeras dengan menyebarkan foto-foto korban pinjaman daring ilegal.

JAKARTA, KOMPAS — Praktik rentenir melalui media digital dalam bentuk pinjaman daring hingga kini terus menjerat masyarakat. Rendahnya literasi keuangan digital membuat sejumlah orang terjerat utang dalam jumlah yang berlipat-lipat dari nilai pinjaman awal. Perempuan paling banyak terkena jerat rentenir di dunia maya tersebut.

Berbagai dampak buruk dialami para perempuan pengguna pinjaman daring atau pinjaman online (pinjol) ketika mereka tidak mampu melunasi pinjamannya. Tak hanya menanggung malu dan menghadapi teror dari penagih hutang, sejumlah perempuan juga menjadi korban pelecehan verbal, psikis, seksual, dan ekonomi serta mengalami depresi, trauma, bahkan bunuh diri.

Editor:
ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN
Bagikan