logo Kompas.id
HumanioraWarga Desak Pemerintah Jamin...
Iklan

kandungan senyawa kimia

Warga Desak Pemerintah Jamin Air Minum Sehat

Warga meminta pemerintah segera berbuat untuk mencegah peredaran air minum dalam kemasan galon yang rentan terkontaminasi Bisphenol-A (BPA). Pengawasan harus diperketat.

Oleh
AGUIDO ADRI, NIKSON SINAGA
· 1 menit baca
Warga membeli air minum dalam galon di salah satu toko di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/1/2022). Pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) memproyeksikan pertumbuhan hingga 5 persen pada tahun ini dengan harapan pelonggaran pembatasan dan aktivitas perekonomian yang berangsur pulih tidak kembali terdampak gelombang baru penularan Covid-19. Kontribusi terbesar konsumsi adalah air minum dalam galon guna ulang.
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Warga membeli air minum dalam galon di salah satu toko di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/1/2022). Pelaku industri air minum dalam kemasan (AMDK) memproyeksikan pertumbuhan hingga 5 persen pada tahun ini dengan harapan pelonggaran pembatasan dan aktivitas perekonomian yang berangsur pulih tidak kembali terdampak gelombang baru penularan Covid-19. Kontribusi terbesar konsumsi adalah air minum dalam galon guna ulang.

JAKARTA, KOMPAS — Informasi air minum dalam kemasan galon terkontaminasi kandungan Bisphenol-A atau BPA menimbulkan kekhawatiran warga di sejumlah daerah. Mereka mendesak ada pengawasan ekstra dan pemerintah menerbitkan aturan yang jelas terhadap produk minuman yang aman dan sehat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan BPA dalam air minum kemasan (AMDK) polikarbonat melebihi ambang batas 0,6 bagian per sejuta (ppm) per liter di enam daerah, yaitu Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Medan (Sumatera Utara), Manado (Sulawesi Utara), Banda Aceh (Aceh), dan Aceh Tenggara (Aceh). Temuan itu pun membuat warga khawatir.

Editor:
HAMZIRWAN
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 11 dengan judul "Warga Desak Pemerintah Jamin Air Minum Sehat".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.