logo Kompas.id
β€Ί
Humanioraβ€ΊCukai Minuman Berpemanis...
Iklan

Cukai Minuman Berpemanis Untungkan Warga Berpenghasilan Rendah

Cukai minuman manis yang secara signifikan mengurangi pembelian minuman berpemanis dan pajak yang terkumpul bisa mendanai program peningkatan akses ke makanan sehat dan pembelajaran anak usia dini.

Oleh
AHMAD ARIF
Β· 1 menit baca
Seorang pedagang usaha mikro tengah menjual minuman teh kemasan kepada pembeli di Jakarta, Senin (9/3/2020). Terkait wacana pemerintah untuk mengenakan pajak terhadap minuman berpemanis, para pedagang berharap agar pajak tersebut tidak memberatkan usaha mereka.
KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Seorang pedagang usaha mikro tengah menjual minuman teh kemasan kepada pembeli di Jakarta, Senin (9/3/2020). Terkait wacana pemerintah untuk mengenakan pajak terhadap minuman berpemanis, para pedagang berharap agar pajak tersebut tidak memberatkan usaha mereka.

JAKARTA, KOMPAS β€” Minuman berpemanis gula dikenal sebagai penyumbang beberapa masalah kesehatan, termasuk kualitas diet yang buruk, penambahan berat badan, dan diabetes. Sejumlah kota di Amerika Serikat berhasil menerapkan cukai minuman manis yang secara signifikan mengurangi pembelian minuman berpemanis dan pajak yang terkumpul bisa mendanai program peningkatan akses ke makanan sehat dan pembelajaran anak di usia dini.

Penelitian baru dari University of Washington (UW), diterbitkan di jurnal Food Policy pada 8 Juli 2022, membahas masalah ini dengan memeriksa dampak ekuitas ekonomi dari pajak minuman manis di tiga kota di Amerika Serikat, yaitu Seattle, San Francisco, dan Philadelphia.

Editor:
ICHWAN SUSANTO
Bagikan