Pembangunan Wilayah Picu Kerusakan Ekosistem Mangrove
Penyebab kerusakan ekosistem mangrove di antaranya kebutuhan pembangunan wilayah khususnya permukiman dan pengembangan infrastruktur ekonomi seperti pelabuhan serta kawasan industri.
JAKARTA, KOMPAS β Hasil pemetaan terakhir tahun 2021 menunjukkan kondisi mangrove di Indonesia masih relatif baik dengan kelas kerapatan lebat mencapai 92 persen. Sementara kondisi mangrove yang rusak atau terdegradasi terutama merupakan dampak pembangunan wilayah dan pengembangan infrastruktur ekonomi.
Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono mengatakan, selama ini rehabilitasi mangrove yang terdegradasi baru dilakukan dalam skala kecil atau kurang dari 2.000 hektar setiap tahun. Oleh karena itu, percepatan rehabilitasi mangrove seluas 600.000 hektar di sembilan provinsi prioritas perlu dilakukan untuk meningkatkan tutupan hutan mangrove sekaligus meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.