logo Kompas.id
Gaya HidupFaktor ”X” Seniman
Iklan

Faktor ”X” Seniman

Lini masa perjalanan hidup serta jejak karya seorang seniman dalam suatu pameran sudah sering ditampilkan. Kini, menyertakan peta pemikiran sebagai ”faktor X” seniman juga sudah dilakukan.

Oleh
NAWA TUNGGAL
· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/4t5FuvjZlF4u3eX4dz1_A7pnSIc=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2FPameran-ICAD-2019-Faktor-X_84948568_1573914292.jpg
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Pameran Indonesia Contemporary Art & Design (ICAD) 2019 ”Faktor X” di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Ada sebuah kutipan, ”Painting is not penicillin” Kemudian ada lainnya, ”Secara ide, apa yang saya tulis, saya buat sketsa dan saya riset juga. Mereka kadang tidak dipakai, tapi kadang kemudian dipakai di masa depan.”

Tulisan-tulisan itu dirangkaikan ke dalam mind mapping atau pemetaan pemikiran seniman Agus Suwage (60) untuk pameran Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) ke-10 di Hotel Grand Kemang, Jakarta. Pameran bertajuk ”ICAD X: Faktor X” ini berlangsung 16 Oktober sampai 24 November 2019.

Editor:
Bagikan