Adalah Muhammad Saman atau dikenal dengan Abu Solong yang pertama kali merintis kopi Solong. Sebelumnya, ia hanyalah pekerja di sebuah produksi kopi di Peunayong, Banda Aceh, tahun 1960-an. Tak lama, Muhammad memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan tetap mengambil kopi dari tempatnya bekerja dulu. Namun, karena ia merasa kopinya tak lagi nikmat, akhirnya ia memutuskan untuk mengolah biji kopi dengan belajar menyangrai kopi secara benar sendiri.
Awalnya, kedai kopinya ia beri nama Jasa Ayah karena berniat kelak kedai itu akan diwariskan kepada anak-anaknya. Suatu hari, ia dicari oleh seseorang yang berkeinginan membayar utang ayahnya kepada Muhammad. Dengan dialek yang khas, kata tolong terdengar solong. ”Di mana abu yang solong ayah saya,” kira-kira begitulah ucapan orang tersebut. Sejak itulah nama Muhammad akrab dipanggil Abu Solong.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F09%2F75f54201-e46a-4b2b-9d74-0250afc594a6_jpg.jpg)
Penuh Pelanggan