TRANSISI ENERGI
Tantangan Program Dedieselisasi Bukan ”Kaleng-kaleng”
Sebanyak 5.200 unit pembangkit listrik tenaga diesel yang tersebar di 2.130 lokasi menjadi salah satu tantangan dalam dedieselisasi atau konversi ke pembangkit yang rendah emisi di Tanah Air.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2019%2F06%2F26%2F50c1027c-c65e-4098-8189-68b93870b343_jpg.jpg)
Suasana di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pesanggaran, Bali. Foto diambil Rabu (26/6/2019).
JAKARTA, KOMPAS — Banyaknya jumlah unit, yakni 5.200 pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD yang tersebar di 2.130 lokasi, menjadi salah satu tantangan dalam dedieselisasi atau konversi ke pembangkit yang rendah emisi. Pasalnya, PLTD masih menjadi tulang punggung pasokan kelistrikan untuk daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yudo Dwinanda Priaadi pada hari ketiga Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2023 di Jakarta, Kamis (12/10/2023), mengatakan, PLTD sejak lama jadi cara termudah dalam menyediakan elektrifikasi di daerah-daerah terpencil.