logo Kompas.id
EkonomiJenama Tak Melulu Andalkan...
Iklan

Ekonomi Digital

Jenama Tak Melulu Andalkan ”Cookie” Pihak Ketiga untuk Aktivitas Pemasaran

Sekitar 90 persen praktisi pemasaran digital di Asia Pasifik, sesuai riset Twilio, percaya bahwa penghapusan ”cookie” pihak ketiga dapat membantu memperkuat kepercayaan iklan di antara konsumen untuk jangka panjang.

Oleh
MEDIANA
· 1 menit baca
Suasana pelatihan pemasaran produk melalui media sosial bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (7/7/2023). Pelatihan diharapkan bisa meningkatkan kemampuan masyarakat atau pelaku UMKM dalam pemasaran produknya secara digital.
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA

Suasana pelatihan pemasaran produk melalui media sosial bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (7/7/2023). Pelatihan diharapkan bisa meningkatkan kemampuan masyarakat atau pelaku UMKM dalam pemasaran produknya secara digital.

JAKARTA, KOMPAS  —  Pengumpulan data untuk kepentingan pemasaran barang dan jasa kepada konsumen tidak selalu harus tergantung dengan cookie pihak ketiga dari aplikasi peramban. Apalagi, cookie pihak ketiga dilingkupi isu pelanggaran data pribadi. Jenama bisa memakai metode pengumpulan yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan privasi.

Secara teknis, cookie merupakan file teks berisi potongan kecil data yang dibuat oleh laman yang warganet kunjungi. Dengan demikian, cookie pada peramban (aplikasi browser) adalah data berisi rekam jejak aktivitas daring warganet selama berselancar. Karena dibuat khusus untuk memudahkan menyimpan data aktivitas seperti itu, keberadaan cookie dapat dipakai untuk melacak hingga membuat referensi personal pengguna di suatu laman.

Editor:
ARIS PRASETYO
Bagikan
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Artikel Terkait
Belum ada artikel
Iklan