Perlu Ada Penyelesaian yang "Fair" terkait Blok Masela
Proyek Blok Masela belum juga berjalan setelah Shell, sebagai mitra Inpex, menyatakan mundur pada 2020, tetapi masih memegang hak partisipasi. Negosiasi Shell dengan Pertamina disebut berjalan mandek.
JAKARTA, KOMPAS โ Pengelolaan proyek hulu migas Blok Masela di Maluku belum menemui titik terang sering alotnya negosiasi pelepasan hak partisipasi Shell, yang menjadi mitra Inpex di proyek itu. Situasi itu merugikan citra Indonesia. Perlu ada penyelesaian yang adil agar tak jadi preseden buruk bagi pengelolaan hulu migas di Indonesia.
Pemerintah saat ini tengah mencari pengganti Shell, pemilik 35 persen saham di Blok Masela bersama Inpex yang memiliki 65 persen saham, yang memutuskan hengkang pada 2020. PT Pertamina (Persero) pun menjadi calon kuat untuk membeli saham Shell tersebut, tetapi negosiasi berjalan alot dan belum ada titik terang.