logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊBenturan Nelayan dan Petambak ...
Iklan

Benturan Nelayan dan Petambak Masih Terjadi

Konflik pemanfaatan ruang antara nelayan dan petambak udang yang masih kerap berlangsung perlu segera dicarikan solusi. Benturan kepentingan dinilai dapat menghambat upaya peningkatan produksi.

Oleh
BM LUKITA GRAHADYARINI
Β· 1 menit baca
Tambak budidaya udang di kawasan Kembang, Pacitan, Jawa Timur, Senin (18/6/2018).
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Tambak budidaya udang di kawasan Kembang, Pacitan, Jawa Timur, Senin (18/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS -- Pemerintah dinilai perlu menyosialisasikan cara budidaya ikan yang baik pada usaha tambak udang secara lebih efektif. Sebab benturan kepentingan masih kerap terjadi antara petambak dengan nelayan terkait pemanfaatan ruang laut serta pencemaran yang mengganggu sumber daya ikan.

Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI), Haris Muhtadi, berpendapat, benturan antara petambak udang dan nelayan sudah berlangsung cukup lama dan kerap terjadi, antara lain akibat tidak tersosialisasikannya rencana tata ruang wilayah (RTRW) secara tegas dan jelas. Benturan terkait pemanfaatan wilayah budidaya menjadi hambatan serius peningkatan produksi udang selain problem perizinan, serangan penyakit udang, serta rendahnya daya saing dibandingkan negara-negara produsen udang.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan