Pertanian
Atasi Problem Regenerasi dengan Teknologi
Teknologi dinilai membuka banyak peluang untuk mengatasi problem regenerasi petani dan tantangan ketahanan pangan di masa depan. Problem kesejahteraan petani perlu dipecahkan untuk menarik minat generasi muda.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F02%2F27%2F9e806e5a-e146-4d73-a3e4-31b34e630a44_jpg.jpg)
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Asri GWKP di kompleks Griya Wana Karya Permai, Bubulak, Bogor, membersihkan rumput, Minggu (27/2/2022). Lahan pertanian KWT itu jadi salah satu percontohan penerapan Smart Farming KWT di Jawa Barat.
JAKARTA, KOMPAS โ Menghadapi tantangan global yang makin kompleks, penguasaan teknologi dinilai menjadi hal yang mutlak dilakukan, khususnya terkait ketahanan pangan. Regenerasi petani di dalam negeri menjadi salah satu problem kusut yang belum terurai guna menghadapi tantangan itu sekaligus mengejar ketahanan pangan. Teknologi bisa jadi bagian solusinya.
Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Marsudi Wahyudi Kisworo, berpendapat, masyarakat petani terus berkurang karena regenerasi petani belum berhasil. Tak sedikit masyarakat yang menganggap petani merupakan kasta paling rendah.