logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊAksi Ambil Untung di Tengah...
Iklan

Aksi Ambil Untung di Tengah Inflasi

Di tengah tingginya harga beras di tingkat konsumen, sejumlah oknum tak bertanggung jawab menyalahgunakan beras impor Bulog untuk meraih keuntungan pribadi. Beragam cara dilakukan untuk mengelabui konsumen.

Oleh
M PASCHALIA JUDITH J
Β· 0 menit baca
Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Rudy Heriyanto (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (tengah), dan Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar (kedua dari kiri) memeriksa barang bukti di Kantor Kepolisian Daerah Banten, Jumat (10/2/2023).
ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Rudy Heriyanto (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (tengah), dan Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar (kedua dari kiri) memeriksa barang bukti di Kantor Kepolisian Daerah Banten, Jumat (10/2/2023).

SERANG, KOMPAS - Sejumlah orang diduga menyelewengkan beras impor di tengah kenaikan inflasi. Padahal, pemerintah mengimpor beras untuk mengendalikan harga beras yang naik dan menyumbang inflasi beberapa bulan terakhir.

Tujuh orang menjadi tersangka kasus penyimpangan beras impor yang diungkap Satuan Tugas atau Satgas Pangan. ”(Temuan) ini banyak di toko-toko beras, tetapi masih dikembangkan (penelusurannya). Ada yang menjual beras (impor dari Bulog) sekitar Rp 11.800 per kilogram,” kata Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Rudy Heriyanto Adi Nugroho saat ditemui setelah konferensi pers pengungkapan kasus di Polda Banten, Serang, Jumat (10/2/2023).

Editor:
ARIS PRASETYO
Bagikan