logo Kompas.id
›
Ekonomi›Menerima Masa Lalu
Iklan

Strategi bisnis

Menerima Masa Lalu

Bagaimana perusahaan harus berurusan dengan kisah masa lalu yang mungkin berat? Problem ini jarang diungkap, tetapi seiring perubahan ekosistem, masa lalu perlu didalami agar memberi keuntungan lebih bagi perusahaan.

Oleh
ANDREAS MARYOTO
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/8LejerX5mIsVBeW5K5yXzxSEbzY=/1024x576/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F11%2F30%2Fa49d0849-8e46-4a52-a07c-45a565748b8e_jpg.jpg

Motivator mudah sekali mengucapkan agar kita melupakan masa lalu. Kenyataannya? Sulit! Demikian pula dengan masa lalu di dunia bisnis. Ada istilah neuropathway yang berarti bagaimana memori masa lalu akan membentuk kita sekarang ini. Bagaimana masa lalu perusahaan agar memberi keuntungan lebih luas bagi kita?

Ketika bicara masa lalu perusahaan, kita membahas masalah yang terentang dari mulai pengalaman sukses dan gagal serta kasus-kasus berat yang menimpa perusahaan. Tak ada alasan jelas mengapa isu ini belakangan banyak diangkat. Salah satu anjuran yang paling banyak dikemukakan adalah pengakuan masa lalu bisnis kita dan bagaimana semua itu memberi keuntungan bagi perusahaan.

Editor:
MUKHAMAD KURNIAWAN
Bagikan

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 11 dengan judul "Menerima Masa Lalu".

Baca Epaper Kompas
Terjadi galat saat memproses permintaan.
Memuat data...
Memuat data...