Jelajah Energi dan Vakansi
Perencanaan Perjalanan hingga Kebutuhan SPKLU
Kendaraan listrik mulai dilirik. Namun, sederet pertanyaan masih menghinggapi warga terkait keandalan, perawatan, baterai hingga infrastruktur pendukung. Ini jawaban pabrikan hingga pemerintah.
/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F10%2F14%2F61e7a20c-acbc-41fa-b6e8-cd8f778bf78e_jpg.jpg)
Aneka jenis penghubung penambah daya di SPKLU di depan Kantor PLN Denpasar, Denpasar, Bali, Selasa (13/9/2022).
Kendaraan listrik mulai dilirik. Namun, sederet pertanyaan masih menghinggapi warga baik terkait keandalan, perawatan, dan baterai. Juga, tentang kesiapan infrastruktur pendukungnya seperti seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Pada mobil listrik misalnya. Seringkali, ketahanan baterai dan proses pengisiannya menjadi pertanyaan, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh. Sebab, berbeda dengan mobil berbahan bakar minyak (BBM) yang dapat dengan mudah menemukan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di manapun, SPKLU jumlahnya amat jauh lebih sedikit.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 2 dengan judul "Perencanaan Perjalanan hingga Kebutuhan SPKLU".
Baca Epaper Kompas