logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊKisah Parfum Satpol PP dan...
Iklan

Kisah Parfum Satpol PP dan Gerakan 14.000 Situs

Banyak penerima Kartu Prakerja yang hanya memanfaatkan insentif untuk menambal kebutuhan harian. Namun, tak sedikit pula yang memanfaatkannya untuk modal usaha sehingga melahirkan usaha baru bahkan gerakan 14.000 situs.

Oleh
Hendriyo Widi
Β· 1 menit baca
Refianto, penerima program Kartu PraKerja yang bekerja sebagai pegawai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tengah melayani pembelian parfum secara daring menggunakan telepon seluler di kediamannya di Kapuas Kiri Hulu, Kecamatan Sintang, Senin (29/8/2022).
KOMPAS/HENDRIYO WIDI

Refianto, penerima program Kartu PraKerja yang bekerja sebagai pegawai honorer di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tengah melayani pembelian parfum secara daring menggunakan telepon seluler di kediamannya di Kapuas Kiri Hulu, Kecamatan Sintang, Senin (29/8/2022).

Di tengah banyak penerima program Kartu Prakerja memanfaatkan insentif untuk menambal biaya hidup keseharian, Refianto (21) dan Rahmad Widyo Utomo (22) justru memilih melahirkan usaha dan karya. Refi yang merupakan tenaga honorer Satuan Polisi Praja Kabupaten Sintang juga berdagang parfum, sementara Rahmad merintis gerakan 14.000 situs di Kalimantan Barat.

Sebelum pandemi Covid-19, Refi yang mengenyam pendidikan terakhir SMA itu mengantongi Rp 1,5 juta per bulan. Namun, lantaran pandemi, gajinya dipangkas menjadi Rp 1,2 juta per bulan dan kini hanya menerima Rp 1,3 juta per bulan.

Editor:
ARIS PRASETYO
Bagikan