Digitalisasi Pertanian
Pemasaran Produk Pertanian secara Digital Perlu Dioptimalkan
Petani dan koperasi petani perlu terus didorong untuk masuk dalam ekosistem digital untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas akses pasarnya.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F09%2F26440f60-193d-4e23-9a01-8f2eb91e5095_jpg.jpg)
Petani memanen jagung di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (29/9/2021). Panen jagung nasional berlangsung September hingga Desember 2021. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada Januari-Desember 2021 panen jagung nasional akan seluas 4,15 juta hektar dengan produksi bersih 15,79 juta ton dan kadar air 14 persen.
JAKARTA, KOMPAS — Berbagai kendala teknis membuat petani kerap kesulitan memasarkan produknya karena kualitasnya menurun. Mereka juga sering tidak mendapatkan harga jual yang optimal. Berangkat dari permasalahan itu, perlu peranan agregator ekosistem digital yang membantu mereka memasarkan produknya secara digital.
Hal tersebut mengemuka dalam webinar bertajuk ”Peranan Agregator pada Korporasi Petani”, Rabu (27/10/2021). Hadir memberikan sambutan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi dan Ketua Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Bersatu (Kopitu) Yoyok Pitoyo. Sebagai narasumber adalah Chief Executive Officer (CEO) Induk Koperasi Usaha Rakyat (Inkur) Suroto dan Direktur Operasional PT Mitra Enabler Indonesia Alexander.