EKONOMI
Kawasan Ekonomi Gresik Dukung Pembangunan Industri Manufaktur
Kawasan Ekonomi Khusus Gresik atau Java Integrated Industrial Port and Estate, Jawa Timur, dukung pengembangan industri manufaktur.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F09%2F133db70b-7bd7-47ab-ab45-1cdf18c9d577_jpg.jpg)
Aktivitas bongkar muat di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (3/9/2021). JIIPE adalah proyek terintegrasi skala besar pertama di Indonesia yang menggabungkan pelabuhan laut dalam, kawasan industri modern dengan infrastruktur berkualitas tinggi, dan kota perumahan berstandar internasional. Terhubung dengan baik ke berbagai tujuan di Jawa dan bagian lain Indonesia melalui laut, jalan tol, dan kereta api, bahkan ke seluruh dunia oleh pelabuhan laut yang dalam.
GRESIK, KOMPAS — Kawasan Ekonomi Khusus Gresik atau Java Integrated Industrial Port and Estate, Jawa Timur, dukung pengembangan industri manufaktur. Dari sekitar 3.000 hektar luas JIIPE, 1.761 ha di antaranya berupa kawasan industri. Sisanya, sekitar 400 ha, merupakan kawasan pelabuhan dan 800 ha kawasan residensial dan komersial pendukung.
Business Development Sales and Marketing Domestic General Manager PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, selaku pengelola KEK Gresik, Iskandar JK Rares, Rabu (30/9/2021), melalui sambungan telepon, mengatakan, perpaduan antara fasilitas di JIIPE dan kemudahan dalam KEK mendukung pengembangan industri di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 0 dengan judul "Kawasan Ekonomi Gresik Dukung Pembangunan Industri Manufaktur".
Baca Epaper Kompas