logo Kompas.id
โ€บ
Ekonomiโ€บKebijakan Energi Bersih...
Iklan

Kebijakan Energi Bersih Indonesia Mesti Lebih Berani

Upaya Indonesia mengurangi emisi karbon sebagai bentuk kontribusi yang ditetapkan secara nasional (NDC) pada Perjanjian Paris dinilai belum cukup. Emisi justru terus meningkat sehingga kebijakan mesti lebih berani.

Oleh
M Paschalia Judith J
ยท 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/T0X3lvK4F2j0wGUT-mlM5paLr-8=/1024x575/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2F66d86d78-7ce1-4906-b5a9-dbdd24ba04d9_jpg.jpg
Kompas/Priyombodo

Foto udara perumahan yang telah dilengkapi panel surya di kawasan Summarecon Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (4/3/2020). Kesadaran konsumen terhadap lingkungan dari penggunaan energi terbarukan dimanfaatkan oleh pihak pengembang perumahan dengan memberikan penawaran bonus panel surya di setiap unit rumah yang dijual.

JAKARTA, KOMPAS โ€” Dunia tengah berupaya mencapai emisi nol karbon pada tahun 2050 melalui sektor energi demi mencegah dampak buruk perubahan iklim. Terkait itu, Indonesia dinilai membutuhkan kebijakan yang lebih berani agar selaras dengan cita-cita tersebut, khususnya dalam transisi energi.

Agen Energi Internasional (International Energy Agency /IEA) dalam laporan berjudul Net Zero by 2050-A Roadmap for the Global Energy Sector yang dipublikasikan pada pertengahan Mei 2021 menyebutkan, sektor energi memiliki andil sekitar 75 persen terhadap emisi gas rumah kaca sekaligus berperan krusial dalam mencegah efek terburuk perubahan iklim.

Editor:
Mukhamad Kurniawan
Bagikan