logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊCovid-19 dan Respons Tren...
Iklan

Covid-19 dan Respons Tren Perikanan

Pandemi mengubah tren ekspor dan permintaan produk perikanan. Untuk mengoptimalkan peluang, keamanan pangan dan ketersediaan sumber daya alam berkelanjutan, produk bernilai tambah, dan pemasaran digital dibutuhkan.

Oleh
BM Lukita Grahadyarini
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/XDaL6iG8p7Z9OytVq3rHf868uGc=/1024x683/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F10%2F21d2b014-7e17-472f-a03a-6486b2b4592b_jpg.jpg
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Ikan tangkapan di Selat Karimata yang baru turun dari kapal diangkut dengan gerobak untuk dibawa ke gudang berpendingin di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir setahun membuka babak baru bagi sektor kelautan dan perikanan. Sejumlah pekerjaan rumah menanti untuk bisa mengoptimalkan peluang di tahun depan.

Ketika sejumlah sektor industri babak belur dan berupaya bangkit akibat dampak pandemi, ekspor perikanan cenderung pulih lebih cepat dan menunjukkan tren meningkat. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), volume ekspor perikanan pada Januari-Oktober 2020 sekitar 1,04 juta ton dengan nilai sekitar 4,28 miliar dollar AS.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan