perikanan
Nelayan Butuh Keberpihakan
Tanpa kebijakan afirmatif, nelayan kecil dan nelayan tradisional akan selalu kalah dan terpinggirkan.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F10%2F20201026_073156_1604068831.jpg)
Perahu nelayan di Perairan Hamadi, Kota Jayapura, Papua, Senin (26/10/2020).
JAKARTA, KOMPAS โ Nelayan kecil dan tradisional mengharapkan adanya keberpihakan dan kebijakan afirmatif yang bisa melindungi kepentingan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tanpa kebijakan afirmatif, nelayan kecil yang menggunakan alat tangkap sederhana tak mungkin bisa bersaing dengan kapal-kapal besar yang menggunakan pukat dan cantrang.
Sekretaris Jenderal Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Iin Rohimin pekan lalu mengatakan, penggunaan cantrang dan pukat yang makin tidak terkendali dalam setahun terakhir ini telah menyengsarakan nelayan kecil. Kapal cantrang dan pukat berukuran besar kerap menebar jaring hingga ke perairan dangkal tempat para nelayan kecil mencari ikan. Dampaknya, tangkapan nelayan kecil pun terganggu.
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi di halaman 0 dengan judul "Nelayan Butuh Keberpihakan".
Baca Epaper Kompas