JASA KEUANGAN
Bank Lebih Terbuka Lewat Kolaborasi untuk Percepat Digitalisasi
Ruang kolaborasi antara perbankan dan perusahaan teknologi finansial masih terbuka luas seiring meningkatnya kebutuhan digitalisasi layanan lembaga jasa keuangan.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F06%2F8ef0f62a-9b03-4a0f-81b5-44a2485a7d18_jpg.jpg)
Petugas dengan menggunakan sarung tangan melayani nasabah di kantor cabang digital Bank Mandiri Syariah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Selain menerapkan protokol kesehatan ketat saat melayani nasabah secara langsung, perbankan juga mulai mengedepankan layanan digital sebagai ujung tombak operasional untuk mengurangi pertemuan tatap muka langsung.
Era normal baru memacu perbankan mempercepat pengembangan sistem bank terbuka untuk mendorong efisiensi, keamanan, dan keandalan sistem pembayaran. Agar tujuan tersebut tercapai, diperlukan kolaborasi yang semakin kuat antarlembaga jasa keuangan.
Sistem bank terbuka atau open banking menyediakan data jaringan lembaga keuangan dan perbankan kepada pengguna melalui penggunaan aplikasi pemrograman antarmuka (application programming interface/API) yang diyakini mampu meningkatkan layanan digital yang semakin dibutuhkan masyarakat.