logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊPSBB Bolong
Iklan

PSBB Bolong

PSBB yang sudah longgar memang semakin longgar, bahkan bolong. Di tengah kasus positif Covid-19 yang makin bertambah dan belum optimalnya tes cepat dan tes usap, akankah pelonggaran-pelonggaran terus dilakukan?

Oleh
Cyprianus anto saptowalyono/agnes theodora/hendriyo widi
Β· 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/J1lhWHh_utZ73MQhtucSrkney_o=/1024x639/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F05%2F7d6e4b2b-041f-41a1-bc01-71edc6f9e94b_jpg.jpg
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta memberikan penjelasan kepada calon penumpang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2020). Layanan penerbangan domestik dibuka bagi penumpang bersyarat, seperti perjalanan dinas pejabat negara, pebisnis, penumpang repatriasi, perjalanan terkait layanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, serta perjalanan untuk layanan kesehatan.

Sudah longgar justru semakin longgar. Bolong. Itulah yang terjadi dalam penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar dalam rangka memutus rantai pandemi Covid-19.

Kebijakan kompromistis yang memberi ruang terhadap sektor kesehatan dan ekonomi ini kurang berjalan baik. Ada keraguan-raguan dan ketidaktegasan dalam penerapannya. Padahal, jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah di tengah belum optimalnya tes cepat, tes usap, dan pelacakan kasus per kasus positif.

Editor:
Hendriyo Widi
Bagikan