logo Kompas.id
β€Ί
Ekonomiβ€ΊPetani Karet di Kalteng Perlu ...
Iklan

Petani Karet di Kalteng Perlu Berorganisasi

Kelompok tani atau koperasi untuk petani karet dinilai merupakan jalan pintas untuk meningkatkan kualitas produksi yang akan mampu mendongkrak harga karet di kalangan petani.

Oleh
Β· 1 menit baca

PALANGKARAYA, KOMPAS β€” Keterbukaan dan kerja sama dengan pabrik-pabrik karet juga dinilai masih menjadi kunci sukses membenahi tata niaga karet. Sampai saat ini harga karet di kalangan petani masih beragam, tetapi belum sampai ke titik normal. Di Kabupaten Pulang Pisau saja terdapat beragam harga di kalangan petani. Petani yang sudah membentuk koperasi memperoleh harga yang jauh lebih baik.

Di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, harga karet berkisar Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per kilogram, jauh berbeda dengan kecamatan lain yang hanya Rp 4.500 sampai Rp 5.000 per kilogram. Di kecamatan ini terdapat 135 petani karet yang membentuk koperasi atau Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar atau bahan olah karet rakyat (UPPB).

https://cdn-assetd.kompas.id/hw1l3Z1MDbBnj-atHYIwoZvCMeQ=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F11%2Fb3aa4d77-452a-439a-9cee-ff173685aa76_jpg.jpg
KOMPAS/DIONISIUS REYNALDO TRIWIBOWO

Mobil angkutan karet memasuki kawasan pabrik milik PT Kahayan Berseri di Kabupaten Pulang Pisau, Minggu (24/11/2019). Karet-karet tersebut baru saja dibeli dari kelompok petani karet di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Editor:
agnespandia
Bagikan