Go-Jek Perkuat Posisi di Pasar Asia Tenggara
PT Go-Jek Indonesia berupaya meraih pangsa pasar besar di tingkat regional Asia Tenggara memasuki tahun operasional kesembilan. Tantangan ekspansi di luar Indonesia adalah memahami kebutuhan warga lokal.
/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F07%2F20190722PRI13HR_1563783991.jpg)
Pendiri dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim mengenakan jaket dan helm berlogo baru saat acara pergantian logo (rebranding) Gojek di Jakarta, Senin (22/7/2019). Peluncuran logo ini menandai evolusi gojek dari layanan ride-hailing menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang menggerakkan orang, barang dan uang.
JAKARTA, KOMPAS - Memasuki tahun operasional kesembilan, PT Go-Jek Indonesia berupaya meraih pangsa pasar besar di tingkat regional Asia Tenggara. Target itu diwujudkan dengan menyediakan aneka layanan dalam satu aplikasi atau disebut juga super-app.
PT Go-Jek Indonesia (Go-Jek) mulai berekspansi ke Asia Tenggara mulai tahun 2018, diawali dari Singapura, berlanjut ke Vietnam, dan Thailand. Di Singapura, Go-Jek hadir lewat fitur layanan Go-Car, sedangkan di Vietnam berupa produk Go-Ride dan Go-Food. Adapun di Thailand berwujud produk Go-Ride dan pengantaran barang.