logo Kompas.id
โ€บ
Pendidikan & Kebudayaanโ€บSekolah Mestinya Jadi Tempat...
Iklan

Sekolah Mestinya Jadi Tempat Mempromosikan Toleransi

Kondisi sejumlah sekolah saat ini tidak lepas dari polemik mayoritas dan minoritas. Padahal, sekolah semestinya menjadi tempat strategis untuk mempromosikan toleransi.

Oleh
Mediana
ยท 1 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/fPjgV4L8-ujYE7-PozrQF4saGtQ=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F08%2F0dffb8e4-f491-4694-8d89-ce24f3ddf94a_jpg.jpg
Kompas/AGUS SUSANTO

Penjual buah keliling melintas di depan mural keberagaman di kolong jalan layang Rawa Panjang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/8/2020). Keberagaman, toleransi, dan menghormati perbedaan terus disuarakan untuk menumbuhkan kebersamaan dalam membangun bangsa.

JAKARTA, KOMPAS โ€” Sekolah mesti menjadi institusi penting untuk mempromosikan toleransi dan dialog dari beragam latar belakang budaya, bukan sebatas mengejar pencapaian akademis. Program pendidikan karakter yang sedang berkembang seharusnya tidak terjebak moralitas kelompok mayoritas tertentu.

Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Anggi Afriansyah, Senin (25/1/2021), di Jakarta, mengatakan, kondisi sejumlah sekolah saat ini tidak lepas dari polemik mayoritas dan minoritas. Posisi minoritas selalu dalam posisi tidak aman dan seringkali mendapatkan diskriminasi, termasuk menyangkut pakaian.

Editor:
Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan